Blog

TITIK BALIK

Titik balik. Apa menurut mu makna dari ibadah haji, guys? Kenapa kita sebagai muslim harus menunaikan ibadah haji sebagaimana tertuang dalam rukun Islam? Apakah itu hanya sekedar kewajiban yang harus dijalankan bagi mereka yang mampu, atau seharusnya setiap kita memang terpanggil untuk datang? Lantas apa yang membuat sebagian orang lebih cepat memenuhi panggilan, dan sebagian yang lain belum kunjung bertamu?

UANG, sebagian mengatakan ke Baitullah itu soal materi yang belum cukup. Benarkah? Jika iya kenapa ada yang penghasilannya cukup kecil namun mampu untuk berangkat? Seseorang yang incomenya dibawah UMR, artinya pemasukannya (gajinya) dibawah standar nominal pada umumnya namun mampu berangkat Haji setelah menabung sekian tahun. Lantas kenapa yang gajinya besar alasannya tak ada uang, or uangnya tidak pernah cukup untuk memenuhi panggilanNya? Apa yang kurang kira-kira?

PANGKAT, ada juga yang menganggap ke Baitullah itu soal pangkat/posisi yang prestisius. Jika kamu punya jabatan, tentu akan lebih mudah mendapat koneksi sehingga bisa cepat berangkat. Is it true? I don’t think so. karena faktanya cukup banyak jama’ah haji yang orangnya biasa-biasanya saja, bukan penjabat tinggi apalagi memiliki pangkat prestisius namun mampu memenuhi panggilanNya. Lantas kenapa yang pangkatnya or jabatannya tinggi justru seperti tak memiliki rindu memenuhi panggilan suci itu? Adakah yang aneh disini?

PANGGILAN, ia tak memandang materi. Ia hadir karena hati yang sudah terpaut erat. Hati yang terpaut inilah yang menggerakkan seluruh anggota tubuh bergerak untuk mencari solusi dalam memenuhi panggilan tersebut. Ia memaksa otak untuk berfikir keras, ia memaksa hati untuk membulatkan tekad dan menguatkan azam, ia memaksa tubuh berikhtiar hebat. Ia memaksa jiwa untuk terus istiqomah berdoa dengan tulus kepada sang Penguasa Segalanya. Semuanya bekerja secara serentak untuk satu tujuan, yakni memenuhi PANGGILAN, apapun panggilan tersebut.

Inilah yang membedakan kenapa ada yang uangnya tak seberapa, namun mampu pergi ke tanah suci. Ada yang bukan siapa-siapa namun bisa juga berangkat ke Baitulah. Saat niat dibulatkan dan azzam dikuatkan, keajaiban datang. Begitu pun halnya dalam pernikahan, ia yang pemasukananya ala kadarnya namun bisa menikah juga, sebab tekad yang kuat memungkinkan hal tersebut terjadi dengan izinNya. Begitu juga ia yang telah Allah ketuk hatinya untuk berubah, akhirnya bisa juga hijrah walaupun harus menghadapi begitu banyak rintangan.

Panggilan itu akan menjadi titik balik dalam kehidupan seseorang. Titik dimana ia menjadi pribadi yang baru, pribadi yang berbeda dari sebelumnya, kearah yang lebih baik tentunya, serta memiliki tanggung jawab baru atas dirinya dan juga keluarga dan orang-orang disekitarnya. Panggilan itu bisa berupa panggilan menunaikan ibadah haji/umrah ke tanah suci. Bisa juga panggilan memasuki kehidupan baru bernama pernikahan. Bisa juga panggilan hijrah ke arah yang lebih baik. Nah, apa panggilan yang sedang kamu rasakan, guys?

Apapun itu, yakinilah dirimu mampu memenuhinya, guys. Jangan abaikan bisikan hati mu. Resapi panggilan itu. Mintalah petunjukNya untuk maju hingga apapun bisikan yang menganggu bisa kau tepis dengan azam kuatmu. Apapun tantangan yang menghadang mampu engkau lewati dengan kebulatan tekad mu. Apapun tembok yang menjadi penghalang mampu engkau robohkan dengan segenap perjuangan mu. Hingga saatnya tiba, engkau pun bisa berucap pada dunia bahwa hidup mu tak sia-sia, telah engkau wujudkan mimpi-mimpi mu menjadi nyata. Alhamdulillah…

Baca juga Panggilan Perjuangan

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *