Blog

MENEMUKAN KEKUATAN DIRI

Menemukan kekuatan diri. Guys, pernahkah merasa diri tak berdaya? Menjalani hari seperti air mengalir, tak jelas arah dan tujuan. Hanya mengikuti arus entah akan kemana. Melakukan aktivitas/rutinitas tanpa gairah, sekedar melepas kewajiban or tanggung jawab belaka. Pernahkah berada diposisi tersebut? Kenapa bisa sampai begitu, guys? Bagaimana agar tidak begitu?

Yuk kita bahas bersama, saling berbagi ilmu yah, insyaAllah berkah senantiasa menyertai langkah kita. Aamiin…

Jika kita kuat didalam, maka seberat apapun tekanan dari luar datang. InsyaAllah kita tetap bisa bertahan. Namun kalau kekuatan dalam diri kita melemah, maka untuk menaklukan diri saja kita sudah tak mampu, bagaimana Jika badai dari luar menghantam? Sudah tahu jawabannya, bukan?

Manajemen pribadi adalah kekuatan diri. Maka dari sanalah kita mulai berbenah.

Maka langkah-langkah Menemukan Kekuatan Diri adalah sebagai berikut;

Pertama, Make Your Goal!

Perjelas visi dan misi hidup mu. Mungkin kamu pernah dengar starting with the end , “Kita memulai dari mana kita akan mengakhirinya”

Kesannya mungkin agak aneh, memulai dari akhir, namun kehidupan mengajarkan kita demikian, guys. Deadline, tujuan, target. Itulah yang menjadi acuan pergerakan kita, bukan? Maka begitulah daya gerak.

Memulai dari akhir. Akan dibawa kemana, tergantung dari akhir yang bagaimana, baru dari sana kita tahu langkah menuju akhir tersebut seperti apa. Seperti halnya perjalanan. Sebuah pesawat baru akan terbang, Jika sang pilot sudah menekan tombol tujuan, maka monitor pun akan menunjukan rute perjalanannya.

Itulah kenapa saya suka banget melihat bandara, guys. Sebab darinya saya selalu diingatkan untuk berfikir, sudah sampai dimana dan hendak kemana. Apalagi tak kala melihat angkasa sebuah pesawat melintas, sungguh itu sebuah pengingat diri yang cukup berharga.

Dunia ini hanya sebuah persingahan, maka memastikan waktu, usia, rezeki, dan ilmu selalu dalam keberkahan adalah sebuah keniscayaan untuk selamat sampai ke tujuan, negeri keabadian.

Menarik quote dari Abu Bakar ra, “Carilah kematian agar kamu Menemukan kehidupan”

Ungkapan ini membuat saya tidak heran kenapa para sahabat berlomba-lomba agar bisa syahid di Medan perang. Karena mereka yang syahid dalam perjuangan sejatinya justru hidup. Hidup diatas hidup.

Menyadari bahwa kita punya batas waktu, dan kita kurang tahu kapan batas waktu itu tiba, seharusnya menjadi pelecut diri untuk tidak pernah melewatkan momentum apapun untuk membuat hidup kita lebih berdaya, tumbuh, dan bermanfaat dimana pun berada.

Menurut ustad Anis Matta, ada tiga lapisan waktu; (1.) Waktu individu (usia), (2.) Waktu masyarakat (amal), dan (3.) Waktu sejarah. Coba bayangan kan guys sekiranya hari ini hari kematian kita, sebelum kita dikuburkan, ada beberapa orang diminta untuk memberikan kata-kata terakhir tentang diri kita, baik itu dari keluarga, teman kerja, kolega, teman Organisasi, dan sahabat karib. Kira-kira apa yang kita ingin dengar dari mereka tentang kita, sedangkan waktu itu kita tidak lagi punya hak jawab?

Maka pantas saja Rasulullah saw, mengajarkan kita sebuah doa yang indah sebelum tidur,

“Ya Allah, kuserahkan jiwaku keharibaanMu. Dan kuhadapkan wajahku kepada Mu. Dan ku serahkan segenap urusan ku hanya kepada Mu. Dan ku sandarkan punggung ku hanya kepada Mu. Dengan penuh harap akan ridha Mu, namun juga kecemasan akan siksa Mu. Tidak ada tempat kembali, juga tidak ada tempat menemukan keselamatan dari siksa Mu kecuali hanya kepada Mu. Saya beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan dan kepada Rasul yang telah Engkau utus.”

Manajemen waktu itu dimulai dari malam hari. Kenapa? Baca agar waktu mu lebih produktif

Jika kita mampu menaklukan malam, maka paginya insyaAllah akan terasa lebih Berkah.

Kedua, Kenali dan lakukan hal-hal apa saja yang bisa membantu waktu mu menjadi lebih baik dan efektif.

Berikut ini hal-hal yang bisa kamu terapkan;

✓ Make a plan. Tentu saja kamu kudu belajar membuat jadwal harian.

✓ Menulis ide-ide yang muncul. Ingat! Otak Kita memang dasyat, namun Jika terlalu banyak informasi yang masuk akan membuat kita lupa ide-ide brilian yang muncul. Jadi buat catatan ide, agar disaat kita siap untuk esekusi tidak bingung lagi mau ngapain apa aja.

✓ Lakukan review dan modifikasi. Tentunya jadwal yang sudah disusun perlu dievaluasi. Dan rencana-rencana yang sudah dibuat juga perlu dimodifikasi sesuai dengan kondisi.

✓ Belajarlah dari kesalahan. Mentor training saya dulu, Mr. Christoper Lee pernah mengatakan, “Mistake is ok”. Jadi tidak perlu menghukum diri dengan stress berlebihan tentang kesalahan yang pernah dilakukan. Jadikan itu batu loncatan untuk melangkah kedepan dengan lebih baik lagi.

✓ Buat skala prioritas. Apa yang penting dan mendesak. Atau penting namun tidak mendesak. Yang mana yang bisa ditunda atau dilakukan belakangan. Dan yang mana yang bisa disinergikan untuk dijalani berbarengan. Semua kudu jelas, guys. Sebab terkadang kegagalan itu datang karena kita salah menentukan skala prioritas dalam kehidupan.

✓ Disiplinlah dengan agenda yang telah dibuat. Baca juga konsep diri

Ketiga, Kenali kendala-kendala dari manajemen waktu.

Berikut ini kebiasaan yang kudu kamu hindari, guys;

✓ No goal and no plan. Jangan lewati hari mu begini yah. Hari yang berlalu tak akan kembali! Ciptakan kenangan yang layak dikenang setiap harinya.

✓ Lazy and usual to delay. Nah, yang begini jangan diperturutkan. Semakin dimanjain sifat ini akan menjadi-jadi. Believe me!

✓Forget and didn’t make a note. Kenali kelemahan diri. Jika pelupa buat catatan, or minta orang terdekat untuk mengingatkan.

✓ Negative thinking. Jangan melakukan sesuatu setengah hati, guys. Selalu berprasangka baiklah kepada Allah, kepada diri mu sendiri dan juga kepada orang lain.

Keempat, Perhatikan step by step how to manage your time management.

Caranya sebagai berikut;

✓ Take a time to think about your goal & your mission in life.

✓ Perhatikan peran apa yang bisa kamu mainkan dalam kehidupan ini. Kamu tercipta dan lahir ke dunia ini tentu dengan membawa misi tersendiri dariNya.

✓ Tentukan tujuan mu dari peran-peran tersebut.

✓ Do it!

Kelima, How to have spirit of working.

Lagi-lagi kesadaran akan perlunya tujuan hidup menjadi poin pentingnya. Dalam Al Qur’an Allah berfirman, “Jika kamu sudah bertekad, maka kamu tinggal bertawakkal kepada Allah.

Salah satu kekuatan seseorang adalah Kekuatan kemauan. Orang yang kuat adalah orang yang kemauannya tidak bisa ditunda-tunda. If you wanna know you have a willing strong or not, ask yourself how many people listen you.

Keenam, How to get a willing strong.

Ada 3 cara memiliki kemauan yang kuat, yakni;

1. Mengumpulkan tenaga

Kemauan adalah tenaga Jiwa, akan kuat Jika dipupuk. Bagaimana mengumpulkan tenaga? Seperti halnya teknik pernafasan. Hisap, simpan, keluarkan.

Cinta melahirkan kemauan, karenanya sering kali kita mendengar, “lakukan segala sesuatu dengan cinta”. So menyadari tujuan hidup kemana kita hendak menuju akan melahirkan rasa cinta. Dan cinta merupakan sumber kekuatan yang bisa melejitkan rasa MAU kapan pun dan dimana pun.

Sering kali juga kita termotivasi setelah mendengar taujih, seminar Motivasi, traning, etc. Namun tidak berapa lama semangat itu menghilang. Ini karena kita belum selesai dengan tujuan hidup kita. Kita akan mencintai sesuatu bila kita mengetahui manfaatnya.

2. Mengunakan tenaga

Bagaimana menggunakan tenaga secara efektif?

✓ Jangan membuang tenaga

Seringnya tenaga yang telah kita kumpulkan, kita keluarkan sia-sia. Akhirnya kita jadi cepat capek, padahal tahu manfaatnya, namun kemudian menyerah dalam merealisasikannya. Ini karena kita tidak ekonomis dalam menggunakan tenaga, guys.

Hal-hal yang membuat tenaga terbuang percuma adalah; marah, banyak bicara, dan senang mencari perhatian dari orang lain.

Rasulullah saw bersabda “Biasakanlah meninggalkan masalah-masalah yang sepele”.

✓ Belajar berkonsentrasi

✓ Istirahat dan tidur yang cukup

✓ Berpegang pada prinsip keteraturan (Penjadwalan)

✓ Prinsip kesinambungan (step by step melatih keistiqomahan)

✓ Prinsip moderisasi (kesederhanaan, jangan berlebih-lebihan)

✓ Prinsip Fokus (pada apa-apa yang telah direncanakan dalam hidup)

3. Mengembalikan tenaga

Sangat manusiawi Jika rasa jenuh kadang menghampiri. Dalam hidup, terkadang rasa jenuh itu hadir pada titik tertentu. Maka Kita perlu melakukan hal-hal berikut untuk mengembalikan tenaga dan membuat rasa jenuh segera move on dari diri kita;

✓ Berkhalwat, yakni menyendiri untuk menjernihkan pikiran, mengistirahatkan jiwa, atau sekedar relaksasi dengan gerakan-gerakan ringan.

✓ Muhasabah, menyelami diri, mengevaluasi apa yang sudah kita capai dan belum dalam hidup.

✓ Traveling (berwisata). Perjalanan selalu bisa menghadirkan inspirasi dan wawasan yang luas. Mungkin itu juga salah satu sebabnya kenapa pergi haji ke Baitulah menjadi salah satu rukun Islam bagi yang mampu kata Allah. Karena Mekkah adalah tempat untuk mengcharge kembali keimanan kita.

✓ Jadikan seni sebagai hiburan. Maka lihatlah bagaimana para sahabat bersyair untuk menghibur Jiwa mereka dikala lelah datang. Ada banyak seni yang bisa dijadikan pilihan, menulis, menonton, melukis, etc.

✓ Penjadwalan ulang. Melihat kembali planning secara keseluruhan untuk kemudian memetakannya dengan lebih apik.

Itu dia beberapa langkah menemukan kekuatan diri, guys. Yuk diesekusi 😊Bismillah…untuk esok yang lebih baik.

6 Respon

  1. Enny-dudukpalingdepan berkomentar:

    Suka menunda nunda saya banget tuh huhu. Tapi pelan pelan mulai bikin daily plan bahkan plan jangka panjang. Semoga rasa malas ini bisa terhempas. Keep writing mba 😉👍

    Balas
    • Nur Azmina berkomentar:

      Makasih banyak atas supportnya mba 🙂 sure, because Iman Al Ghazali said,
      “If you’re not a son of the king, nor the son of a great scholar, then writing” 😀

      Balas
  2. Emka berkomentar:

    “Carilah kematian agar kamu Menemukan kehidupan” quote yg sangat menarik. Bolehkah aku mengartikan dlm bahasa lain? Aku mengartikan agar dlm hidup ini, manusia bisa mematikan sifat-sifat iblis yang ada dlm diri manusia agar sifat-sifat mulia dapat tumbuh dalam dirinya dan mengantarkan kebahagiaan dalam kehidupan yang abadi (akhirat)… Nice post mbak. Salam kenal yaa

    Balas
    • Nur Azmina berkomentar:

      Salam kenal juga mba Emka, saya Mina dari Aceh. nice to meet you!
      tentu saja boleh mba, feel free mengartikannya seperti apa selama dalam konteks yang positif. 🙂

      Balas
  3. andika vebrina berkomentar:

    ide-ide yang muncul. dr Otak yg memang dasyat, banyak yg berlalu begitu sj tanpa di eksekusi

    Balas
    • Nur Azmina berkomentar:

      Oh Come on, you can buddy! Jangan biarkan ide itu berkarat, dan jangan bilang saat pulang ke Aceh nanti baru diesekusi.
      No. Never like that! Jika tidak sekarang, tidak akan pernah say. Sudah beralama sich tinggal di negeri menara effel?
      At least one year one posting. You can start by writing about your children, my dear sis.
      Banyak hal baru pastinya disana, biarkan dunia tahu gimana menjadi agen Islam yang baik sebagai minoritas.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *