Blog

MANISAN LEZAT

Manisan lezat. Ada banyak manisan yang sering kita lihat, seperti manisan mangga, manisan cermai, manisan kedondong, manisan salak, manisan pepaya, etc. Namun jarang kita lihat manisan belimbing wuluh. Padahal hampir di setiap pekarangan rumah masyarakat Aceh mempunyai beberapa batang pohon belimbing wuluh, yang setiap kali berbuah, akan menghasilkan buah yang cukup banyak, sehingga jika tidak dimanfaatkan untuk pembuatan produk olahan kemungkinan buah tersebut akan membusuk di pohon atau terjatuh di tanah.

Secara literatur, jika kita tinjau dari komposisinya, belimbing wuluh memiliki kandungan asam dan kadar air yang tinggi yakni sebesar 94% (Windyastari, dkk, 2012 dalam Agustina dan Jayanti, 2017). Hal ini menyebabkan buah tersebut jarang dikonsumsi dalam keadaan segar karena rasanya terlalu asam dan daya simpannya pun relatif cukup singkat. Oleh karenanya pemanfaatan dan pengembangan buah belimbing wuluh ini sangat perlu dilakukan seoptimal mungkin, agar bisa mendongkrak nilai jual buahnya plus memberi warna tersendiri bagi produk olahan makanan. Hal inilah yang melatarbelakangi teman saya Raida membuat olahan baru dari belimbing wuluh.

Selama ini Pengolahan belimbing wuluh masih cukup terbatas, sebab olahan makanan dari komoditi ini belum begitu available dipasaran secara nasional dan pengolahannya pun masih secara tradisional. Hal ini menjadi peluang besar bagi para pelaku bisnis makanan untuk membuat variasi olahan dari buah ini. Dimana penganekaragaman dan pengembangan (diversifikasi) produknya bisa menarik perhatian publik. Dengan diversifikasi produk, selain dapat menganekaragamkan produk olahan dari belimbing wuluh, juga dapat memberi nilai tambah dan meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya mereka yang memiliki banyak pohon belimbing wuluh di ladang atau pekarangan rumahnya.

Salah satu olahan lain selain asam sunti yang dapat diproduksi dari belimbing wuluh adalah manisan kering. Manisan ini bisa dibuat dengan mengurangi rasa asam dan kadar air dari buah belimbing wuluh. Sebagaimana kita tahu, manisan termasuk makanan ringan yang diawetkan dengan menggunakan gula, dan proses pengeringannya merupakan cara untuk mengawetkan komoditi pangan tersebut mencapai titik kadar air yang layak untuk dikonsumsi dan tahan lama juga untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu.

Nah, Olahan manisan kering belimbing wuluh ini diperkirakan banyak peminatnya, khususnya Aceh sebab bercampurnya rasa manis dengan rasa asam yang merupakan rasa khas buah belimbing sangat cocok untuk dinikmati diberbagai kesempatan.

Alat pengering

Manisan kering belimbing wuluh ini diharapkan dapat menjadi salah satu produk yang digemari oleh masyarakat. Kadar air akhir dari manisan kering belimbing wuluh kira-kira sekitar 31% sesuai SNI buah kering (Windyastari, dkk, 2012 dalam Agustina dan jayanti, 2017).

Nah, buat kamu yang suka manisan, bisa nih icip-icip manisan lezat yang satu ini. Asli buatan teman saya Raida Agustina (Dosen Teknik Pertanian Unsyiah). Untuk order bisa comment disini, atau langsung kontak teman saya di FB-nya Raida Agustina ya. 🙂 Harganya murah kok, hanya Rp. 5.000,- per cup. Atau bisa juga WA ke 081260464207.

Baca Juga Fresh drink for your eyes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *