Blog

KARNIYARIK ALA MINA

Karniyarik ala Mina. Hmm, bagi yang suka masakan Turkey tentu mendengar kata Karniyarik saja sudah tahulah ya ini resep masakan Turkey, hihihi. Namun ini tidak sepenuhnya karniyarik Turkey, guys. Soalnya ada kata ala Mina. Artinya ada bahan yang tidak seperti resep Karniyarik asli, melainkan sudah saya modifikasi sesuai dengan bahan yang tersedia di dapur rumah saya. 😀

Itu dia tampilan resep asli Karniyariknya. Cara buatnya gampang banget. Saya mah suka resep-resep yang simple, jadi tidak terlalu makan waktu buat memasaknya. Yang penting sehat, praktis dan lezat. 😀

Orang Turkey itu terlihat cantik-cantik kan yah, rupanya salah satu rahasianya mereka suka memasak mengunakan minyak zaitun, guys. Atau memercikkan/menaburi hasil masakannya dengan minyak zaitun. Jadi apapun masakannya, pasti deh ada minyak zaitunnya. Sebenarnya saya bukan penggemar masakan Turkey sich. Namun ketertarikan saya akan negara ini selain karena sejarah Islamnya yang kental plus presidentnya (Erdogan) yang sepak terjangnya wow, ditambah lagi saat ini diamanahin membina anak SMK di Pondok Yatim Putri Istanbul PKPU. Yang donatur utama pondok tersebut datangnya dari Turkey. Jadi kudu punya sedikitlah ya wawasan tentang Turkey. Well, ini dia resepnya.

BAHAN-BAHAN: bahan utamanya terong ungu🍆 dan daging cincang. Jika terongnya terlalu panjang bisa dipotong menjadi dua bagian.

BAHAN ISINYA: Yakni merupakan bahan untuk ditarok diatas terongnya antara lain: daging, bawang merah, bawang putih, cabe hijau atau cabe merah (saya pakai keduanya plus cabe rawit), daun parsley (saya ganti dengan daun kemangi yang ada dipekarangan rumah), daun mint, tomat, lada, pasta (saya ganti dengan saus), dan garam secukupnya.

CARA MEMBUAT: Pertama, Terong dibelah menjadi dua bagian, bila belahan terong tersebut panjang boleh dipotong menjadi dua. Setelah itu goreng sebentar. Namun untuk menghindari banyak minyak, saya tidak mengorengnya. Melainkan dibakar didalam teflon, dilayu begitu saja tanpa tarok apapun, begitu agak mengeras dibalik, lalu angkat susun dalam piring.

Kedua, untuk isinya: daging dicincang halus atau dipotong kecil-kecil. Cabe merah dan cabe hijau dipotong tipis-tipis. Bawang merah dan bawang putih diiris tipis, dan tomat dipotong kecil plus lada putih/hitam digiling halus. Sedangkan cabe rawit saya tarok bulat saja sebagai pemanis.

Kesemua bahan tersebut ditumis hingga dagingnya empuk. Tumisnya bisa dengan minyak biasa, bisa juga menggunakan minyak zaitun. Karena minyak zaitun di rumah saya bukan minyak untuk memasak, melainkan untuk diminum. Jadi saya tumis isinya dengan minyak biasa saja.

Setelah matang, isi tersebut saya letakkan diatas terong yang sudah disusun dalam piring tadi. Baru kemudian saya percikan minyak zaitun diatasnya. Dengan begini khasiat minyak zaitunnya tetap terjaga manfaatnya bagi tubuh.

Ini dia Karniyarik ala Mina 😀 karena terongnya kecil-kecil, setelah dibakar diteflon makin mengecil, hihihi. Jadinya saat disusun dalam piring mepet begitu, sehingga ketika ditarok isinya terongnya jadi tidak terlihat. Namun demikian saat mau dimakan mudah banget ambil tiap terongnya sebab memang udah dibelah-belah dari awal. Dengan dempet begini justru isinya menjadi tidak tumpah guys. Dan rasanya maknyus dan tasty, hihihi. Lezat banget. 🙂

Biasanya ayah saya sering protes jika saya masak yang aneh-aneh. Nah tadi siang lepas saya, adik, dan ibu makan. Ayah makan telat karena telat pulang dari RS buat ngecek darah tingginya. Eh pas saya ke dapur itu masakan sudah ludes. 😀

Alhamdulillah masakan ini cocok di keluarga saya. Moga cocok juga di keluarga anda. Memasak itu butuh keberanian mencoba dan seni memadukan. Saya sich orangnya tidak terlalu ambil pusing dengan kelengkapan bahan. Apa yang ada di dapur dan pekarangan rumah itu saja yang dimanfaatkan, yang penting bahan utamanya tersedia, kalau pelengkapnya sich tinggal modif aja. Untuk pemula alias bukan orang yang jago masak bolehlah. Hahaha. Met mencoba yah. Moga yummy di lidah anda. Baca juga resep lainnya, minuman sehat

4 Respon

  1. Bunda Erysha (yenisovia.com) berkomentar:

    MasyaAllah Bunda malam-malam gini liat postingan masakan, jadi laper hahaha. Aduh kalau saya belum pernah ngerasain masakan turki. Jdi penasaran hihihi

    Balas
    • Nur Azmina berkomentar:

      Happy try Bun, InsyaAllah tasty. Hihihi. Btw, I’m still single bun. Just call me, Mina aja yah 😀

      Makasih byk sudah dtg berkunjung bunda Erysha. Saya tmnnya mba Enny di komunitas Blogger Jambi.

      Masih newbie dlm dunia blogger, mohon arahannya yah. Siap belajar insya Allah. 🙂

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *