Blog

DISEBUAH SUDUT

Disebuah sudut seorang teman hadir,
Disuatu kota yang tak punya akhir,
Namun haripun berlalu dan minggu pun berkejaran,
Ternyata waktu berlalu tanpa sadari!

Dan aku tidak pernah melihat wajah temanku lagi,
Karena hidup adalah balapan yang cepat dan seru,
Dia tahu aku menyukainya,
Seperti ketIka aku masih sering cerita padanya,

Dan dia juga berbagi padaku, saat masih muda dulu, Dan sekarang, kami orang tua yang kelelahan,
Lelah dengan permainan gila,
Lelah mencoba mencari nama,

“Besok,” kataku, “pasti kutelpon Jim”
Hanya biar dia tahu aku masih memikirkannya,
Namun esok hari datang dan pergi,
Dan jarak antara kami tak terukur lagi,

Disebuah sudut, tapi bermil-mil jauhnya,
Sebuah telegram datang, ”Tuan, ”Jim meninggal hari ini”,
Itulah yang pantas kita dapatkan dan terima pada akhirnya,
Disebuah sudut, seorang teman yang telah tiada.

Aku lupa puisi ini kusadur dari buku apa, sa. Ketika semangat baca membuncah, lupa deh nulis referensinya. Maklumlah sudah sangat lama. Dan bait-baitnya pun entah sama dengan aslinya, namun lebih kurang begitulah kira-kira.
Puisi ini cerminan sebuah pelajaran, sa. Agar siapa pun jangan pernah menyia-nyiakan waktu karena alasan apapun.

Takdir memang bukan kita yang memutuskan, namun kita berada didalamnya sebagai penentu segala keputusan.

Telah begitu banyak pelajaran yang telah Allah berikan di hamparan bumiNya ini, Jika kita mau berfikir dan merenung dari rentetan perjalanan hidup.
Bagi diriku sendiri. Tak ada yang kusesali dari apa yang telah terjadi, sa. Kau saksi bisu atas tiap perjalanan ku. Dari jejak-jejak langkah itu justru ku dapati banyak pelajaran berharga yang tak bisa ku beli & ku baca dimanapun.

Saat yang paling indah adalah. Saat dimana aku masih mampu tersenyum ketika hati menangis.
Saat dimana aku bisa ikhlas melepas pergi sebuah mimpi yang pernah berarti dalam hidup.
Saat dimana aku mampu menjadi diriku sendiri. Tidak iri atas apa yang telah orang lain capai dalam hidup mereka.
Karena bisa jadi mimpiku dan mimpi orang lain tidaklah sama.

Saat dimana aku berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain, karena potensiku dan potensi orang lain tentu berbeda.
Saat dimana aku mampu menikmati hidupku detik demi detik. Hari demi hari dan tahun demi tahun dengan semangat yang tetap membara.
Itulah hari kemerdekaanku, sa. Hari dimana aku bebas menatap hidupku. Dan merendanya dengan warna baru.

Sebenarnya tak ada yang hilang dari kehidupan kita. Karena Allah akan memberi ganti yang lebih baik.

Begitulah firmanNya dalam Alquran. Kau ingat Surat apa, sa?

Namun yang menjadi persoalan. Seberapa yakin dan percayanya kita akan skenario indahNya. Dan seberapa pantasnya kita untuk meminta IA mengabulkan semua pinta.

Wahai diri, Luruskan niat dan teruslah berbenah! Sehingga waktu tak mampu melampaui mimpi-mimpi mu!

Engkau percaya kan? Bahwa Allah tidak akan membebani seorang hamba diluar batas kemampuannya. IA tahu bahwa sudut-sudut hatimu kuat. Karena itu disetiap sudut Allah memberi hadiah-hadiah kecil untuk melihat apakah engkau layak mendapatkan hadiah yang lebih besar.

Seseorang guru pernah bilang padaku, sa. Seorang perempuan itu kudu memiliki hati yang kuat, Dan seorang laki-laki itu kudu memiliki sifat yang sabar. Katanya itu kunci yang paling utama dalam merajut kebersamaan hingga akhir sebuah mahligai.

Disebuah sudut, bisa jadi ada sebuah nama. Namun seberapa lama nama itu akan terus melekat di hati, bergantung pada kesinergian dalam membangun visi hidup karenaNya, dan semangat berjuang bersama menujuNya.

2 Respon

  1. Enny-dudukpalingdepan berkomentar:

    Ah menyentuh bgt mba. Terlepas ini fiksi atau kisah nyata tapi ada pesan yang patut diambil. 😍💕

    Balas
    • Nur Azmina berkomentar:

      Saya selalu mencoba menyatukan antara fiksi dgn non fiksi mba 😊 agar lebih apik. Jika hanya fiksi, kadang kita tengelam dalam dunia khayal tanpa jejak. Namun jika hanya non fiksi, kadang kita terjebak untuk takut mengungkap harap. Jadi kombinasi keduanya insyaAllah menjadi awal dari balancenya antara reality dan mimpi. 😀

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *