Blog

CINTA ITU DITUMBUHKAN, BUKAN DICARI

Cinta itu ditumbuhkan, bukan dicari. Are you agree, guys? For me, yes! Karena cinta sebesar apapun pada awalnya, akan layu jika tidak disiram dan dipupuk. Dan ini berlaku bukan hanya cinta pada manusia, begitu pun cinta pada sang Pencipta.

 

Sejak dalam kandungan ibu, kita sudah berjanji untuk mencintaiNya dengan sepenuh jiwa, guys. Kita bersaksi bahwa tak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah, namun ketika terlahir ke dunia, betapa banyak diantara kita yang masih ingat akan janji setia itu? Betapa banyak diantara kita yang masih mencintaiNya dengan sepenuh hati? Atau malah menjadi pribadi-pribadi rapuh, yang tak tahu arah pulang lalu mencari Tuhan yang katanya hilang?

Benarkan Allah menghilang? Benarkah Allah pergi meninggalkan kita? Atau kita yang justru meninggalkanNya? Allah senantiasa bersama kita, guys. Namun mengapa kita tidak bisa merasakan hadirNya? Kenapa kita tidak mampu merasakan kasih sayangNya? Padahal bagaimana pun kondisi kita, IA senantiasa menemani, right? Terlalu gelap matakah kita? Kurang pekakah hati kita? Atau ada cinta lain yang menurut kita lebih besar dari cintaNya? Sehingga hadirNya, dan apapun yang IA berikan untuk kita, masih belum mampu membuat cinta pertama kita kembali merekah dan berbunga?

 

Guys, sudah snnahtullah iman kita naik dan turun, begitu pun sebuah hubungan, hubungan kita denganNya terutama. Maka ketika engkau merasa ada yang salah dengan jiwa mu, ada yang tidak beres dengan hati mu, bersegeralah memperbaikinya. Jangan biarkan cinta itu layu, apalagi mati karena kekurangan nutrisi. Kitalah yang paling tahu saat iman kita turun dan mengapa, dan kita juga yang paling tahu bagaimana menyikapinya sehingga ia bisa kembali melangit dengan cepat. Namun yang sering terjadi kita justru membiarkan diri terlena, sehingga akhirnya kita kurang ingat bahwa cinta itu ada, dan harus kita tumbuhkan dan perjuangkan agar tetap merekah hingga ke jannahNya.

 

Aku mencintai Mu! Itu yang sering kita dengungkan, bahkan sebagian bilang cinta pun tidak kepadaNya, namun apakah cinta itu cukup hanya sebatas kata, guys? Bukankah ia juga harus diyakini dalam hati lalu dibuktikan dengan perbuatan atau tindakan? Dalam sehari waktu kita ada 24 jam. Dalam keseharian itu sangat mungkin bagi kita membangun hubungan yang intents denganNya, right? Pertanyaannya kita mau tidak? Kita mau mencobanya ga? Dan siapkah kita menjadikaNya yang utama?

Cinta itu ditumbuhkan, bukan dicari. Masak? Yup. Gimana caranya? So easy, guys. Dekati saja sang pemberi cintanya, siapa lagi kalau bukan Allah, right? Allah tidak pernah mau membuat kita sebagai hambaNya ribet. Allah tidak menuntut banyak kok, just semampu kita saja mendekat kepadaNya. Kita berjalan saja kepadaNya, Allah malah berlari menuju kita. Bayangkan betapa cinta Allah kepada kita, guys. Mungkin karena kita terbiasa hidup di dunia realita, yang semuanya kita ukur berdasarkan kasat mata, jadi terkadang kita tidak ingat bahwasanya Allah membersamai kita setiap saat dan membantu kita dalam berbagai persoalan kehidupan.

 

Disaaat kita mencintai Allah, mudah bagi Allah menyatukan hati kita dengan orang yang kita cintai karenaNya, guys. Apalagi jika ia pun mencintai Allah dengan sepenuh jiwa. Adakah yang lebih indah dari itu? Saat kita saling mencintai karenaNya. Saat Allah menyatukan hati kita di jalanNya. Saat Allah menumbuhkan rasa cinta dihati kita karenaNYa. Saat Allah menguatkan hati kita untuk memutuskan hidup bersama karenaNya. Saat kita saling menyemangati karenaNya. Saat kita saling menjaga karenaNya, dan berharap uluran tanganNya dalam merealisasikan mimpi-mimpi kita menjadi nyata.

 

Bagi para pencinta karenaNya, materi tak memiliki tempat utama, sebab bahagia bersama karenaNya menduduki tempat yang lebih utama. Karenanya jangan heran jika hidup mereka terlihat sederhana, namun senyuman selalu terukir di wajah mereka dengan penuh pesona. Sebab tak ada bahagia yang lebih sempurna, selain hidup bersama dengan orang yang dicintai karenaNya, dalam nuansa iman kepadaNya, plus berjuang bersama dijalanNya. Sekali lagi, materi bukan yang utama guys, namun saling ridha untuk meraih jannahNya dengan bersabar dan bersyukur itu kuncinya. Indeed! Bahagia itu bukan karena banyak harta, walau kita sebagai muslim harus kaya. Bahagia itu sederhana, cukup dengan melihat orang yang engkau cintai tersenyum manis, walaupun dalam keadaan yang terkadang menurut orang lain biasa saja, namun bukankah hidup kita, kita yang paling tahu nikmatnya?

 

Cinta yang seperti ini tak mungkin didapati dari kecantikan atau ketampanan fisik, guys. Sebab fisik begitu cepat lunturnya. Jika cinta mu karena rupa, bersiaplah meleleh sebelum sampai ke surgaNya. Namun cinta sejati karenaNya lahir dari dalam hati dan jiwa para perindu di dunia quantum. Dunia energi yang tak terlihat, namun saling terhubung, dan rasa cinta itu tumbuh menguat tiap harinya tanpa sekat. Rasa cinta yang bukannya memudar seiring berjalannya waktu walaupun kekurangan terpampang satu persatu, namun justru semakin menguat untuk saling mengisi dan melengkapi menjadi satu team kehidupan yang satu. Amazing, right?

 

Jika cinta itu mencari, maka mungkin kita tidak akan pernah menemukannya guys, sebab akan selalu ada yang lain sebagai perbanding dan pada akhirnya kita kebingungan sendiri untuk menentukan tempat berlabuh. Inilah yang bikin syaitan senang, melihat kita terus menerus dalam kegalauan. Namun bagi para pecinta sejati karenaNya, menjadi sekutu abadi itu bukan soal mencari, namun bagaimana menanam rasa sayang, saling menguatkan untuk terus berjalan sebesar apapun tantangan menghadang, saling percaya untuk membangun pondasi peradaban, dan saling menghargai saat berbeda pandangan, serta mengedepankan komunikasi untuk menyatukan visi dan misi kehidupan, serta mapping talent diri untuk bisa saling bersinergi melejitkan potensi dalam meraih RidhaNya hingga kemudian bersama di JannahNya. Aku butuh cinta yang seperti itu guys, bagaimana dengan mu?

 

Baca Jika ia sebuah cinta dan juga Bukan kata-kata biasa

#Ruhiyah #BuildingYourLove #SekutuAbadi #CintaSejati #TeamKehidupan #DuniaQuatum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *