Blog

BELAJAR DARI MOVIES

Belajar dari movies. Kamu suka nonton movie/film, guys? Saya sich suka. Watching movies merupakan salah satu hobby saya, namun tidak semua movie, just movie genre; action, science action, pertualangan, drama, historical, dan komedi. Sebagian orang mungkin berfikir menonton movie/film itu buang-buang waktu saja, namun tunggu dulu, itu sangat bergantung pada apa yang kamu nonton dan apa yang kamu bisa pelajari dari tontonan tersebut, right?

Jika kamu menonton film horor, bisa jadi buang-buang waktu, karena kamu menyediakan waktu mu hanya untuk membayangi dirimu dengan ketakutan. Hahaha…

Well, beberapa waktu lalu saya menonton 2 movies dalam rentang waktu beberapa hari, namun kedua movie tersebut memberi bekas yang dalam ingatan saya. Saya lupa judul movie yang pertama.

Movie tersebut bercerita tentang seorang karyawan bersama seorang temannya yang diutus oleh sebuah perusahaan bernama Global ke sebuah wilayah di Amerika untuk membebaskan lahan masyarakat disana.

Dalam usahanya itu ia mengalami kegagalan karena masyarakat tidak mau menjual tanah mereka ke perusahaan tersebut. Hal ini membuat karyawan tersebut stress berat.

Di sebuah bar, karyawan tersebut berkenalan dengan seorang wanita. Pertemuan yang kemudian menyadarkannya akan arti sebuah misi. Hari berikutnya ia bertemu dengan wanita tersebut di rumahnya, melihat rumah wanita itu yang asri dan anak-anak bermain ceria, membuat dirinya tertegun.

“Kamu boleh membujuk ku untuk menjual tanah peninggalan orang tua ku ini, silahkan katakan sesuatu, siapa tahu aku tertarik” kata wanita itu.

“Next time” katanya sambil menyambung tanya, “apa yang kamu ajarkan pada anak-anak itu?”

“Saya mengajarkan mereka bagaimana merawat apa yang mereka miliki. Tempat ini terlihat indah karena terawat.” ucapnya sambil tersenyum.

Karyawan itu pun beranjak pergi. Di lain hari ia bertemu dengan seorang aktivis sosial yang makin mempersulit tugasnya untuk membebaskan lahan di daerah tersebut, sebab aktivis itu justru mengarang cerita kepada masyarakat disana jika perusahaan tempat dirinya bekerja sangat tidak bisa dipercaya dengan beragam kasus di berbagai daerah lainnya.

Singkat cerita, karyawan tersebut berhasil mengumpulkan bukti bahwa apa yang dikatakan oleh si aktivis tersebut adalah sebuah kebohongan belaka. Akhirnya aktivis itu memilih untuk meninggalkan daerah tersebut. Namun hari itu, saat si aktivis tersebut hendak pergi. Karyawan itu mendatanginya dan bertanya kenapa ia melakukan kebohongan seperti itu, siapa yang mengirimnya untuk melakukan hal tersebut.

Si aktivis tidak menjawab dengan gamblang, namun karyawan tersebut bisa menebak bahwa si aktivis itu diutus oleh perusahaan yang sama dengan dirinya. “Why?” Tanyanya lebih lanjut pada si aktivis.

“Perusahaan tidak ingin mengambil resiko kegagalan dan akan menempuh berbagai cara agar rencana mereka tercapai.” Kata si aktivis.
“Jika masyarakat tersebut tidak mau menjual tanahnya pada mu, at least mereka bisa menjual tanahnya pada ku, intinya perusahaan mendapatkan lahan yang mereka inginkan.” si aktivis menjelaskan.

Saat itu karyawan tersebut terkejut, ia tidak menyangka perusahaan tempatnya bekerja memperlakukannya begitu. Malam harinya ia tidak bisa istirahat dengan tenang, ia berfikir keras apa yang harus dikatakannya esok hari pada masyarakat di ruang meeting terakhir.

Saat giliran dirinya bicara, ia memutuskan untuk bicara jujur apa adanya, sesuai dengan suara hatinya. Ia juga mengatakan bahwa orang yang mengaku aktivis tersebut berbohong, ianya juga dari perusahaan yang sama dengan dirinya. Ia menyerahkan semua keputusan pada masyarakat apakah mau menjual tanahnya atau tidak. Namun ia menyarankan mereka untuk merawat sendiri apa yang mereka punya untuk kebermanfaatan yang lebih baik lagi kedepannya.

Alhasil, ia di pecat dari pekerjaannya, lalu memilih menetap di daerah tersebut. Movie ini membuat saya belajar melihat keadaan lebih dalam dan mulai mencintai alam.

Ditambah lagi kisah seru dalam movie the Martian, bagaimana seorang Mark bisa survive hidup sendirian di Mars, sebuah planet tanpa gravitasi, makanan dan minuman.

Bermula dari sebuah misi besar para astronot untuk melakukan penerbangan ke planet mars dengan tujuan menciptakan kehidupan baru disana, namun misi mereka tersebut gagal total akibat terjangan badai. Mereka memutuskan untukuntuk ke ke bumi dan meninggalkan Mark disana seorang diri. Mereka berfikir Mark tidak mungkin terselamatkan akibat amukan badai tersebut.

Namun berkat kecerdikan dan perjuangannya bercocok tanam kentang di dalam The Hab, Mark terselamatkan. Dia bukan saja mampu bertahan hidup, namun juga berhasil mengirim sinyal ke bumi sehingga dirinya ditemukan dan dijemput untuk kembali di bawa pulang.

Pengalaman uniknya selama di Mars membuatnya menjadi seorang dosen yang tak sekedar menyampaikan sebuah teori di ruang kelas, melainkan kisah nyata dengan upaya bertahan hidup yang luar biasa.

Rupanya kegiatan ‘berkebun’ di luar angkasa memanglah nyata. Para astronot di International Space Station (ISS) dikabarkan berhasil mengembangkan sayuran salada untuk pertama kalinya dinikmati di luar angkasa.

Belajar dari kedua movie tersebut, membangunkan naluri berdaya saya, guys. Bagaimana mengubah keterbatasan menjadi sebuah peluang. Bagaimana membangun kreativitas dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita.

Keterbatasan bukanlah penghalang untuk berdaya. Tentunya kurang luasnya halaman/perkarangan rumah bukan alasan untuk tidak menjadikannya produktif, right? Jika di planet Mars saja hanya dalam sebuah the Hab, kentang bisa tumbuh. Apalagi di bumi dengan begitu banyak sumber daya. Apapun bisa tumbuh dengan izinNya, right?S Soal tempat bukanlah persoalan, saat kemauan datang dinding rumah pun bisa jadi lahan, hehehe.

Bismillah…Project demi project untuk menjadikan rumah laksana surga mulai diuji coba. Semoga┬ádengan keridhaanNya semua berjalan sebagaimana mestinya. Project apa sajakah itu?

Next time insya Allah saya sharing lebih lanjut ya. Sebelum itu bisa baca ini dulu ­čÖé┬á bercocok tanam dengan iman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *