Blog

ASAL ALLAH RIDHA

Asal Allah ridha. Guys, mungkin selama ini kita sering mengabaikan Allah dalam tiap urusan kita. Tiap kita melakukan sesuatu, kita terlalu mengandalkan diri kita sendiri, kerjaan/profesi/jabatan kita, kolega-kolega kita, mitra-mitra kita, dan apapun yang ada disekitar kita. Tanpa mereka kita merasa tak berdaya. Kita didera oleh rasa takut kehilangan itu semua, karena kita berfikir kalau kehilangan hal tersebut nantinya akan berimbas pada kemunduran hidup, karir, prestasi, etc. Kemanakah iman kita? Seakan-akan, kitalah yang paling tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Kitalah penguasa diri kita sendiri yang punya otonomi mutlak untuk mengatur dan memutuskan apapun yang kita mau sesuka hati kita.

 

Kita lupa bertanya kepadaNya. Apa Allah ridha dengan apapun yang kita lakukan saat ini? Apakah Allah ridha dengan harapan-harapan yang kita bangun? Apakah Allah ridha dengan aktivitas yang kita tekuni? Kita lupa meminta kepadaNya, padahal sejatinya kita ini milikNya. IA lah penguasa diri kita yang sesungguhnya. Pencipta kita, dari tiada menjadi ada. Pemberi banyak nikmat dan rahmat. Tanpa Nya kita bukan apa-apa, bahkan kita tidak mampu mengendalikan diri kita sendiri tanpaNya.

Namun kegoisan kita telah membuat kita lupa. Dan bisa jadi, karena kealpaan kita akan hal inilah yang membuat kita seperti berjalan di tempat selama ini, berputar-putar disitu-situ saja. Entah itu dalam hal kerjaan/profesi, hubungan dengan pasangan, orang tua, anak, bahkan tentang impian yang ingin kita raih.

 

Hidup kita mungkin memang berubah. Jika kita lihat kebelakang, bisa jadi banyak yang telah kita capai. Aktivitas kita terus berlanjut, bahkan agenda demi agenda padat merayap. Namun kenapa rasa hampa kadang masih datang menerpa? Rasa bingung kadang menghampiri, dan tiap tanya kadang menghantui. Kita ibarat robot yang terus berjalan mengikuti irama waktu. Kadang tertawa girang, kadang tertunduk sedih, kadang mengurung diri, dan kadang mengisi waktu dengan canda disana disini.

Semua itu kita lakukan dengan dalih untuk menemukan kebahagiaan. Agar kita terlupa dengan rasa hampa dan ketidaktenangan. Namun ujung-ujungnya hidup kita tetap aja terasa sepi, padahal kita sedang berada ditengah keramaian. Kita tetap saja merasa tidak tenang, seperti dikejar-kejar oleh sesuatu yang kita sendiri kadang bingung apa sebenarnya yang sedang kita kejar dan cari. Pernahkah mengalami hal-hal yang seperti itu, guys?

 

Saya pernah, dulu sekali saat saya terlalu berharap kepada manusia. Saat saya merasa kerjaan saya lebih utama, saat saya sibuk mengejar pujian dunia yang tidak pernah ada habisnya. Allah menegur saya dengan banyak air mata dan rasa kecewa, bahkan disaat saya memohon kepadaNya pun sering kali memaksa. Seakan-akan saya bukan seorang hamba. Saya merasa sayalah orang yang paling tahu apa yang saya mau, dan mendekte Allah untuk menuruti pinta-pinta saya tanpa saya memohon petunjukNya, apakah itu yang terbaik untuk diri saya.

Namun begitu, Allah sayang banget pada saya. Saat saya diuji, Allah tidak pernah meninggalkan saya, justru melindungi saya dari banyak hal-hal buruk, bahkan dari orang-orang yang berniat buruk. Sungguh! Saat itulah saya menemukan cinta, betapa Allah maha mencintai hamba-hambaNya. Cinta yang tak terbatas, cinta yang entah kapan bisa saya balas. Rasanya apapun amal yang saya lakukan saat ini, tak akan pernah cukup membalas kebaikan yang Allah berikan pada saya.

 

Saya tertohok, air mata saya menetes, tak kala saya menyadari betapa skenario Allah itu begitu indah, guys. Cobalah untuk mendekat kepadaNya dengan sedekat-dekatnya. Rasakan kenikmatan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Rasakan ketenangan yang tiada tara, rasakan energi yang menyelusup dalam jiwa saat kita bermunajat kepadaNya dengan sepenuh hati. Itu semua nilainya mahal sekali, tak bisa dibeli dengan apapun. Indded!

Disaat seperti inilah, apapun yang terjadi dalam hidup, kita merasa biasa saja, guys. Saat sedih datang kita tenang dan menyikapinya dengan penuh kesabaran. Saat bahagia menghampiri, kita pun tersenyum dengan penuh kesyukuran. Apapun yang datang, suka maupun duka, kita biasa saja karena kita percaya kepadaNya. Tiap rencanaNya indah, walau mungkin ada air mata, namun akhirnya kita bisa tersenyum bahagia. Bukankah IA yang maha tahu segalaNya? Bukankah IA yang maha tahu masa depan kita? Jadi gantungkan saja segala harap hanya kepadaNya. Asal Allah ridha, semua selesai. Sesimple itu.

 

Sebagai muslim inilah seharusnya yang menjadi acuan utama kita tiap melakukan sesuatu. Sebab ketika Allah sudah ridha, semesta akan mendukung dan jalan demi jalan akan terbuka. Cita-cita dan impian akan lebih cepat mengangkasa insya Allah.

Belajar melibatkan Allah dalam setiap aktivitas kita bukan hanya bernilai ibadah guys, namun juga akan membuat semua urusan kita menjadi lebih mudah. Belajar melibatkan Allah dalam tiap impian kita, bukan hanya membuat jalan yang kita tempuh menjadi lebih terarah, namun insya Allah juga berkah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *