Blog

5 TANDA IA MENGHORMATI MU

5 tanda ia menghormati mu. Hi Angkasa! Apa kabar? Apakah engkau rindu berbincang dengan ku? Lama sudah kita tak bersua disini ya, walau sekedar menatap mu jauh di langit sambil menyeruput secangkir kopi. 🙂

Ah pingin rasanya bersantai sejenak sambil membaca buku dan tersenyum melihat indahnya panorama mu, namun waktu belum mengizinkan ku untuk itu, sa. Ada misi yang sedang ku rajut dari hari ke hari agar selesai sebelum tahun berganti. Semoga dengan izinNya mampu ku rampungkan segera dan kembali berkicau di sosial media.

By the way, pada kesempatan ini aku hanya ingin sedikit berbagi hal-hal yang telah banyak tereduksi, sa. Hal-hal yang mulai bergeser, jauh dari apa yang seharusnya. Entah kenapa hal ini agak mengusikku akhir-akhir ini, sehingga menyempatkan diri untuk berbagi disini. Semoga dengan menuangkannya disini, bisa menjadi pengingat bagi diri ku sendiri, dan juga menjadi rambu-rambu bagi siapa saja yang percaya akan kemahabesaranNya.

 

 

Sa, interaksi antara lelaki dan perempuan telah banyak mengalami pergeseran di dunia teknologi saat ini. Tanpa disadari terkadang hal-hal yang perlu dijaga, terabaikan begitu saja. Syaitan begitu lihai mengelabui tiap interaksi sehingga canda yang berlebihan antara laki-laki dan perempuan acap kali mewarnai dan lari dari koridor dan aturan dariNya.

Aku tersentak sa, ketika disatu waktu hati ku menegur. Saat itulah kembali ku baca dan ku telusuri adab pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Ada banyak sebenarnya, berikut ini kucoba cantumkan beberapa saja agar kita senantiasa terjaga. Semoga dengannya kita pun mendapat keberkahan karena senantiasa berusaha mengikuti aturanNya.

Bagi mu perempuan, inilah 5 tanda-tanda bahwa seorang laki-laki itu menghormati mu:

Tidak akan mengungkapkan perasaannya kepada mu secara langsung. Jika ia serius dengan mu. Ia akan meminta alamat rumah mu dan menjumpai kedua orang tua mu atau wali mu untuk langsung bertanya tentang mu, lalu kembali lagi bersama orang tuanya untuk melamar mu.

Jika jarak tempat tinggalnya jauh dengan mu, maka ia akan meminta nomor HP orang tua mu, atau wali mu untuk menyatakan niat baiknya itu. Dan selama itu juga ia akan menjaga interaksinya dengan mu. Sebisa mungkin tidak akan menjalin komunikasi dengan mu. Jika waktunya sudah tiba, ia akan datang dengan rombongan keluarga untuk mengkhitbah mu.

 

Tidak akan menyentuh mu sebelum halal. Ini sudah sangat jelas. Jika ia serius pada mu. Ia akan menjaga mu. Tidak akan menyentuh mu sebelum halal.

 

Tidak akan memandang wajah mu sebelum akad. Ia paham bahwa syaitan sangat pintar dalam mengelabui. Karenanya ia menjaga pandangannya padamu, agar engkau tidak disiksa atas dosanya memandang wajahmu sebelum waktunya.

 

Menjaga interaksi dengan mu. Ada batasan interaksi dalam ta’aruf, cukup seperlunya saja, dan itu pun untuk bahasan yang sangat penting. Tidak ada selip canda or saling menggoda disana. Karena ta’aruf dalam Islam sangat terjaga. Ta’aruf dan khitbah bukan untuk diumumkan pada dunia atau media. Cukup antar keluarga. Sebab kita tidak tahu takdir Allah itu bagaimana. Jadi jangan mengambil hak Allah dengan melanggar aturan syariat dan mengumumkan sebelum akad walaupun secara tidak tersirat. Menjaga hati itu lebih baik.

 

Tidak menjanjikan apa-apa padamu. Lelaki sejati tidak akan memberi mu janji, namun ia akan memberi mu bukti. Tanpa berkata-kata apa-apa. Tanpa berjanji apa-apa. Ia akan langsung datang meminta dengan kesiapan seorang kesatria.

 

Dan bagi mu laki-laki. Inilah 5 tanda-tanda bahwa seorang perempuan menghormati mu?

 

Menjaga Hati Mu. Ia tahu bahwa engkau memang suka digoda, jadi ia belajar menahan diri untuk tidak mengoda disaat kalian berinteraksi. Bahkan disaat engkau terpancing untuk mengombalinya, ia berusaha memotong perbincangan dan bersikap kaku agar engkau terhenti mencandainya. Baginya, hati mu lebih penting untuk dijaga dari pada senyuman sesaat ketika interaksi yang penuh bunga yang kemudian membawa angan mu melayang kemana-mana sebelum waktunya.

 

Memanggilmu dengan Sebutan yang Baik. Ia tahu setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan, namun demikian ia tetap memanggil mu dengan sebutan penghormatan, sebab baginya perkataan adalah doa. Dengan sebutannya itu ia berharap semoga engkau senantiasa dibimbing oleh Allah menjadi leader terbaik.

 

Berusaha Membantu Mu tanpa Berinteraksi dengan Mu. Siapapun pasti akan tergerak untuk membantu orang yang dicintai, hal itu sangat manusiawi, namun begitu ia akan berusaha membantu mu tanpa kamu tahu. Atau jika pun kamu tahu, ia akan memilih cara membantu mu tanpa kalian harus berinteraksi secara langsung. Baginya menjaga hatinya dan hatimu jauh lebih penting.

 

Mendoakan Mu. Dalam kesendirian ia mendoakan mu, begitu pun dalam keramaian, baik dalam munajat-munajat panjangnya. Bahkan saat kalian berinteraksi pun ia senantiasa menyelipkan doa untuk mu. Saat berinteraksi di keramaian pun akan tetap ada doa yang diselipkannya untuk mu walaupun kesannya berdoa untuk semuanya.

 

Menjaga Jarak dengan Mu. Tidak mudah menahan diri mengekspresikan perasaan, apalagi bagi seorang perempuan, namun sebagai perempuan baik-baik akan senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk membatasi diri dan menjaga jarak dengan mu. Mungkin kesannya ia menjauh. Iya, ia menjauh dari mu, namun mendekat kepadaNya untuk meminta mu agar dimudahkan jalannya menuju dirinya. Begitulah caranya menghormati mu, sebab ia ingin bersamamu bukan hanya di dunia, namun juga di akhirat kelak.

 

Ia menjaga agar jika engkau memang ditakdirkan untuknya, cara mu datang dimulai dengan cara yang diridhai olehNya. Jika kamu kurang paham, maka tugasnyalah melengkapi mu. Lelaki memang pemimpin, yang akan mengayomi, namun perempuan adalah pelengkap ketika sang pemimpin silap.

Mungkin itu sebabnya kenapa dalam islam dianjurkan memilih pasangan hidup yang baik agamanya, baik bagi laki-laki maupun bagi perempuan. Agar bisa saling mengingatkan ketika salah satu diantaranya khilaf, lupa ataupun down.

Beda halnya jika yang paham agama hanya salah satunya saja, katakanlah suaminya saja. Ketika si suami lepas kendali, akan sulit bagi si istri untuk menariknya kembali karena pondasi agamanya yang belum kuat. Begitu juga sebaliknya. Jika hanya istrinya saja  yang punya ilmu agama, maka ketika si istri khilaf, maka si suami tidak terpanggil untuk menasehatinya.

 

Agama itu penting, memahami agama jauh lebih penting. Namun bagi sebagian orang, agama menjadi namor dua saat ini, nomor satunya adalah rupa. Padahal merubah rupa tidak perlu waktu lama, dalam sekejab yang awalnya kurang menarik sedikit sentuhan saja bisa menjadi sangat menarik. Namun akhlak, sikap dan mindset? Butuh waktu yang lama. Sedangkan pernikahan akan membawa kita ke gerbang tantangan yang tak terbayangkan. Jika iman kita kepadaNya saat ini belum beres, bagaimana kita bisa fokus belajar hal-hal lainnya yang akan datang menghadang dikemudian hari.

 

Berbenah dirilah terus, jaga selalu hubungan denganNya, dan jadilah pribadi yang siap belajar cepat, karena waktu terkadang tidak bisa diprediksi kemana arah angin akan membawa kita pergi. Wa’allahu a’alam.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *