Blog

15 MENIT PERTAMAMU

15 menit pertamamu. Pagi Angkasa! Lama yah kita tak bicara, namun aku tahu engkau tak akan marah karenanya. Sebab terkadang kepadatan rutinitas tak mungkin untuk ku sekedar menatap mu jauh di langit sana. Dalam diam kita saling mengerti bahwa ikatan itu ada, dan kalau waktu itu kembali hadir insyaAllah, ku bisa kembali memandang mu dengan sempurna.

Great morning guys! Jum’at Barakah. Semoga keberkahan dan keberlimpahan senantiasa menyertai langkah kita. Dengan niat karenaNya, ikhtiar sekuat tenaga, dan doa setulus jiwa. Semoga semua harap kita terwujud menjadi nyata. Aamiin…

Btw, gimana sich guys caramu melewati pagi? Let me know donk. Oh ya dalam ilmu psikology, “if you wanna know something, you have to start it from yourself.” Baiklah berikut ini beberapa hal yang biasa saya lakukan dipagi hari. Yang bila dirutinkan insyaAllah will feel different and better. Inilah 15 menit pertama saya.

Morning is a special time for me. It is the symbol of spirit, where life begins and the sun rises to the earth.

Hmm, what you firts think when you wake up, guys? Drinking water? Yeah, kita memang dianjurkan untuk minum air putih saat bangun pagi, namun sebelum itu. Sebelum tubuh mu beranjak dari tempat tidur, what you can do?

1. Praying. Ya berdoa “Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur” Not only that, more than that the praying such as the video below:

 

2. Drinking water. Saya meletakkan satu botol minuman dekat tempat tidur. Begitu bangun pagi sebelum beranjak dari pembaringan biasanya saya langsung minum air putihnya. Sebab tubuh kita butuh cairan segera setelah hidrasi selama kita tidur.

3. Taking Tahajud and Witir Pray. Target tiap orang untuk amalan ini mungkin berbeda-beda, namun sekurang-kurangnya melakukan shalat sunat ini 15 menit saja insyaAllah sudah bikin fresh. Inilah 15 menit pertama saya untuk mengcharge Jiwa.

4. Doing a job. Sambil menunggu adzan shubuh berkumandang biasanya saya menulis, atau ngecek email dan juga notification sosmed. Inilah 15 menit pertama saya to charge my brain. Selama kita tidur penyaringan informasi terjadi, so dengan membaca otak mendapat nutrisi pertamanya. Ini saya lakukan bila sudah tilawah Qur’an di malam harinya, Jika belum tentu saya awali dengan tilawah Qur’an terlebih dahulu baru kemudian berselancar dengan kerjaan.

Kebiasaan kita untuk langsung bergerak/beraktivitas selepas bangun pagi akan membuat kita bersemangat, guys. Ini juga yang biasa dilakukan oleh orang-orang besar (sukses) di pagi hari mereka. Katakanlah Warren Buffett, ia biasa melewati waktu paginya dengan membaca. Steve Job, mengawali pagi harinya dengan berdialog dengan dirinya sendiri didepan cermin, lalu melakukan treadmill sambil menonton video. So apa kebiasaan pagi hari mu, guys?

5. Relaxing your body. Setelah mengcharge Jiwa dan otak, then the time to charge the body. Nah, setelah shalat shubuh dan dzikir. Posisi masih duduk diatas sajadah, saya biasanya melakukan senam ini. Here the video:

 

Itu senam insyaAllah kelar dalam waktu 15 menit. Bisa jadi ga sampai 15 menit done, right? Coba deh. Hal- hal kecil kadang bermanfaat banyak. Bila sudah dirutinkan insyaAllah menjadi sebuah habits yang positif.

15 menit pertama untuk jiwa, 15 menit kemudian untuk otak, lalu 15 menit selanjutnya untuk tubuh. Selanjutnya ya tinggal gimana agenda masing-masing. Bagi saya pribadi at least di pagi hari ketiga dimensi penting tersebut sudah tersentuh.

Saya biasanya juga joging bareng dengan ibu, menelusuri jalan depan rumah hingga ke simpang desa, bahkan kadang sampai ke pematang sawah desa sebelah. Namun sejak ibu kurang fit, kebiasaan ini lenyap, walaupun sekarang beliau sudah membaik, namun beliau kurang sanggup berjalan jauh lagi. So sangat tidak mungkin saya joging sendirian, ibu saya sangat khawatir dengan anak gadisnya ini. 😂 Kalau sudah terang mah joging mana asik lagi kan, udara pun sudah tak lagi fresh, right?

Beberapa kali saya coba joging dengan keliling di jalan depan rumah saja, namun itu bikin pusing karena jaraknya terlalu dekat, so sebagai gantinya agar tubuh tetap bergerak, saya melakukan pemanasan biasa saja, lalu skipping dan melakukan beberapa gerakan dari aplikasi yang ada di playstore.

Dunia sudah canggih, gimana kamu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif. So searching aja yang mana yang cocok dengan kebutuhan masing-masing. Yang perlu diperhatikan, jika mindset sehat hanya ada pada diri kita saja, keluarga kita belum, kebiasaan baik bisa kembali tereduksi, guys.

Saya pernah ikut Food Combining (FC) selama 6 bulan. Tiap pagi just minum air putih plus lemon or jeni seperti Arianna Huffington, pendiri blog populer dunia Huffington Post. Setelah itu sarapan buah or minum juice sayuran hingga Pukul 11.00. Baru kemudian makan seperti biasa dengan kombinasi (lauk + sayur & karbo + sayur). Lauk dengan karbo tidak dimakan diwaktu bersamaan. 6 bulan saya sukses. Eh bulan-bulan berikutnya kendor lagi, sebab kebanyakan orang di rumah pola makannya masih seperti pada umumnya. Keluarga sudah menahun dengan kebiasaan pola makan lama, jadinya saya terwarnai lagi deh pola makannya. Satu lawan empat orang kan berat, hehehe.

Tidak menyerah sampai disitu, saya ikut program keto. Sepertinya pola hidup sehat ini lebih mungkin saya ikuti pikir saya awalnya, sebab keto lebih mengutamakan makanan berprotein. Dan ini relevant dengan kebiasaan masyarakat pada umumnya di Aceh yang dominan lauknya.

Beda dengan FC yang paginya minum air putih with jeni plus sarapan buah-buahan or juice sayuran. Di keto justru paginya hanya minum teh Hijau dan VCO saja, terus puasa hingga Pukul 18.00. Jika lapar hanya boleh minum air putih saja. Ini dilakukan selama 3-4 Hari. Baru kemudian mengatur pola makan seperti biasa namun lebih mengutamakan protein dan lemak, selain itu juga ada anjuran peningkatan jam puasanya. Tidak sampai sepekan tubuh saya detok, saya jadi alergi dengan udang. Yang dulunya bisa makan apa saja, eh sekarang jika makan udang malah tubuh terasa gatal. Lama juga detok terjadi pada tubuh, plus repot sekali tiap pekan harus ngecek gula darah puasa ke klinik agar bisa lapor ke group keto. Akhirnya saya nyerah, beberapa kali ga laporan, jadinya keluar group deh. Begitulah ketika orang-orang disekeliling kita berbeda mindset pola makan, guys.

Yang lucunya teman saya, tinggal hanya berdua dengan suaminya. Dan sang suami siap dengan pola makan yang ditawarkannya, yakni FC. Namun ujung-ujungnya ia nyerah juga karena budject untuk beli buah besar sekali katanya. 😅 Kalau ini mah bukan karena pengaruh lingkungan or keluarga, wong hanya tinggal berdua saja dengan suami. So guys, apapun pilihan mu untuk hidup sehat pastikan orang-orang disekeliling mu memiliki mindset yang sama untuk itu. Bersinergi itu mudah ketika memiliki mindset hidup yang sama, insyaAllah akan saling menguatkan.

Saya sekarang justru mengkombinasikan semuanya, kadang FC, kadang keto. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya. Mengambil sisi-sisi baiknya saja dari keduanya dengan rujukan pola makan Rasulullah saw, “Makanlah ketika kamu lapar dan berhentilah sebelum kamu kenyang.”

Itu aja sharing sehatnya, guys. Yuk learn istiqomah together, because healthy life is a choice.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *